Wednesday, March 26, 2014

Perekonomian Sang Saka Merah Putih INDONESIA dari Masa ke Masa

ShandyPotter.Blogspot.com
Selamat pagi, siang, malam Juragan Juraganwati ??? ketemu lagi dengan ane seorang mahasiswa yang bekerja untuk kuliah, bukan kuliah untuk bekerja *fiuh. Bagaimana keadaanya juragan ? keadaan ekonomi ya tentunnya, bukan keadaan kesehatan. basi kalo ane nanya keadaan kesehatan agan, ya ga ??. oke skip, kemaren ane udah ngebahas tentang PEREKONOMIAN SANG KUDA HITAM INDIA padahal ane sendiri belum ngebahas tentang Perekonomian negara kita tercinta, of course INDONESIA. oke fine sebelum kita ngebahas perekonomian INDONESIA seperti biasa, alangkah baiknya kita mengenal lebih dekat apa itu INDONESIA 

Look at This gan ..!!!
Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, terletak di garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Karena letaknya yang berada di antara dua benua, dan dua samudra, ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Terdiri dari 17.508 pulau, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia.
Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah sekitar 350 tahun penjajahan Belanda, Indonesia menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi besar dan wilayah yang padat, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

Itu dia Indonesia gan, gimana cukup menarik kan ? kalo ente cinta Indonesia lanjut yu gan kebawah !!! *scroll. Sesuai judul gan langsung aja ga usah banyak muqodimah, jari ane habis kecentit soalnya gan, jadi ga bisa ngetik banyak di postingan kali ini CMIIW :(

Pemerintahan Orde Lama

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklasmasikan kemerdekaannya. Namun demikian, tidak berarti dalam prakteknya Indonesia sudah bebas dari Belanda dan bisa memberi perhatian sepenuhnya pada pembangunan ekonomi. Karena hingga menjelang akhir 1940-an, Indonesia masih mengahadapi dua peperangan besar dengan Belanda, yakni pada aksi Polisi I dan II. Setelah akhirnya pemerintah Belanda mengakui secara resmi kemerdekaan Indonesia, selama decade 1950-an hingga pertengahan tahun 1965, Indonesia dilanda gejolak politik di dalam negeri dan beberapa pemberontakan di sejumlah daerah, seperti di Sumatera dan Sulawesi.  Akibatnya, selama pemerintahan Orde Lama, keadaan perekonomian Indonesia sangat buruk.
Selain laju pertumbuhan ekonomi yang menurun terus sejak tahun 1958, defisit saldo neraca pembayaran (BOP) dan defisit anggaran pendapatan dan belanja pemerintah (APBN) terus membesar dari tahun ke tahun.
Selain itu, selama periode Orde lama, kegiatan produksi di sektor pertanian dan sektor industry manufaktur berada pada tingkat yang sangat rendah karena keterbatasan kapasitas produksi dan infrastruktur pendukung, baik fisik maupun nofisik seperti penandaan dari bank. Akibat rendahnya volume produksi dari sisi suplai dan tingginya permintaan akibat terlalu banyaknya uang beredar di masyarakat mengakibatkan tingginya tingkat inflasi yang sempat mencapai lebih dari 300% menjelang akhir periode Orde Lama.
Dapat disimpulkan bahwa buruknya perekonomian Indonesia selama pemerintahan Orde Lama terutama disebabkan oleh hancurnya infrastruktur ekonomi, fisik, maupun nonfisik selama pendudukan Jepang, Perang Dunia II, dan perang revolusi, serta gejolak politik di dalam negeri (termasuk sejumlah pemberontakan di daerah), ditambah lagi dengan manajemen ekonomi makro yang sangat jelek selama rezim tersebut (Tambunan, 1991, 1996).
 Pemerintahan Orde Baru
Tepatnya sejak bulan Maret 1966 Indonesia memasuki pemerintahan Orde baru. Berbeda dengan pemerintahan Orde Lama, dalam era Orde baru ini perhatian pemerintah lebih ditujukan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lewat pembangunan ekonomi dan sosial di tanah air. Pemerintah Orde Baru menjalin kembali hubungan baik dengan pihak Barat dan menjauhi pengaruh ideology komunis. Indonesia juga kembali menjadi anggota PBB dan lembaga-lembaga dunia lainnya, seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Sebelum rencana pembangunan lewat Repelita dimulai, terlebih dahulu pemerintah melakukan pemulihan stabilitas ekonomi, sosial, dan politik serta rehabilitasi ekonomi di dalam negesi. Sasaran dari kebijakan tersebut terutama adalah untuk menekan kembali tingkat inflasi, mengurangi defisit keuangan pemerintah, dan menghidupkan kegiatan produksi, termasuk ekspor yang sempat mengalami stagnasi pada masa Orde Lama. Usaha pemerintah tersebut ditambah lagi dengan penyusunan rencana pembangunan lima tahun (Repelita) secara bertahap dengan target-target yang jelas sangat dihargai oleh negara-negara Barat. Menjelang akhir tahun 1960-an, atas kerjasama dengan Bank Dunia, IMF, dan ADB (Bank Pembangunan Asia) dibentuk suatu kelompok konsorsium yang disebut Inter-Government Group on Indonesia (IGGI), yang terdiri atas sejumlah Negara maju, termasuk Jepang dan Belanda, dengan tujuan membiayai pembangunan ekonomi di Indonesia.
Tujuan jangka panjang dari pembangunan ekonomi di Indonesia pada masa Orde Baru adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui suatu proses industrialisasi dalam skala besar, yang pada saat itu dianggap sebagai satu-satunya cara yang paling tepat dan efektif untuk menaggulangi masalah-masalah ekonomi, seperti kesempatan kerja dan defisit neraca pembayaran.
Pemerintahan Transisi
Pada tanggal 14 dan 15 Mei 1997, nilai tukar baht Thailand terhadap dolar AS mengalami suatu goncangan hebat akibat para investor asing mengambil keputusan ‘jual’. Apa yang terjadi di Thailand akhirnya merembet ke Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya, awal dari krisis keuangan di Asia. Sejak saat itu, posisi mata uang Indonesia mulai tidak stabil. Menanggapi perkembangan itu, pada bulan Juli 1997 BI melakukan 4 kali intervensi yakni memperlebar tentang intervensi.
Sekitar bulan September 1997, nilai tukar rupiah yang terus melemah mulai menggoncang perekonomian nasional. Untuk mencegah agar keadaan tidak tambah memburuk, pemerintah Orde Baru mengambil beberapa langkah konkret, diantaranya menunda proyek-proyek senilai Rp 39 triliun dalam upaya mengimbangi keterbatasan anggaran belanja negara yang sangat dipengaruhi oleh perubahan nilai rupiah tersebut.
Keadaan sistem ekonomi Indonesia pada masa pemerintahan transisi memiliki karakteristik sebagai berikut:
Kegoncangan terhadap rupiah terjadi pada pertengahan 1997, pada saat itu dari Rop 2500 menjadi Rp 2650 per dollar AS. Sejak masa itu keadaan rupiah menjadi tidak stabil.
Krisis rupiah akhirnya menjadi semakin parah dan menjadi krisi ekonomi yang kemudian memuncuilkan krisis politik terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
Pada awal pemerintahan yang dipimpin oleh habibie disebut pemerintahan reformasi. Namun, ternyata opemerintahan baru ini tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, sehingga kalangan masyarakat lebih suka menyebutnya sebagai masa transisi karena KKN semakin menjadi, banyak kerusuhan.
Pemerintahan Reformasi
Era Reformasi di Indonesia dimulai pada pertengahan 1998, tepatnya saat Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 dan digantikan wakil presiden BJ Habibie.
Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Pemerintahan Gotong Royong
Ditengah persaingan global yang saling mematikan, bangsa Indonesia semakin terjebak dalam krisis. Segelintir orang menikmati sebagian besar kekayaan negara, mereka adalah perusahaan asing dan kekuatan tua (establish) yang menjadi kolaboratornya. Sementara jutaan rakyat terperangkap dalam kemiskinan, pemuda menganggur, anak-anak miskin tidak bisa sekolah, orang-orang miskin tidak dapat membiayai kesehatan, petani tidak punya tanah, rakyat miskin di kota tergusur, anak-anak jalanan ditangkap karena dianggap mengganggu pemandangan dan ketertiban.
Maka terjadilah dua lapisan penindasan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yaitu ; pertama, penidasan kapitalisme asing atas negara dan rakyat, dan kedua, penindasan pemerintahan negara terhadap rakyatnya sendiri untuk membiayai jalannya kekuasaan. Itulah yang disebut oleh Soekarno sebagai exploitation de l’homme par l’homme atau penghisapan manusia atas manusia.
Jalan keluar segala bentuk penindasan adalah dengan kembali pada falsafah/ dasar negara. Gotong royong merupakan cara yang paling ampuh dalam menghadapi kapitalisme neokolonialisme yang merupakan sebab utama dari penindasan. Secara lebih khusus, strategi ini sangat relevan melawan penindasan yang lebih dalam dari kapitalisme yang sedang krisis.
Hal yang paling utama adalah gotong royong menjadi jembatan untuk mewujudkan kelima sila pancasila dalam kehidupan berbangsa, beregara dan eksistensi dalam pergaulan internasional. Sebagaimana kata Bung Karno dalam pidatonya tentang Pancasila 1 Juni 1945“…dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi…itulah jalan untuk meraih keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Keadaan sistem ekonomi Indonesia pada masa pemerintahan gotong royong memiliki karakteristik sebagai berikut:
Rendahnya pertumbuhan ekonomi yang dikarenakan masih kurang berkembangnya investasi terutama disebabkan oleh masih tidak stabilnya kondisi sosial politik dalam negeri.
Dalam hal ekspor, sejak 2000, nilai ekspor non-migas Indonesia terus merosot dari 62,1 miliar dollar AS menjadi 56,3 miliar dollar As tahun 2001, dan tahun 2002 menjadi 42,56 miliar dollar AS.

Pemerintahan Indonesia Bersatu
Apabila dicermati, sebetulnya bukan masalah perlu tidaknya dilakukan reshufel dalam masa satu tahun KIB. Namun yang terpenting bagaimana masa pemerintahan presiden SBY dan para pembantunya dapat memanfaatkan momentum ekonomi Indonesia yang kuat di masa krisis kali ini .
Ditambah lagi dengan dimana kondisi ekonomi dunia dan tingkat kepercayaan investasi asing terhadap Indonesia yang mulai membaik harus dapat dimanfaatkan pemerintah untuk memperbaiki perekonomian negara dan meningkatkan kesejahteran rakyat. Parapengamat mengatakan Setelah 12 tahun pasca krisis ekonomi global, kita tidak pernah memiliki kesempatan sebaik ini.
Tidak pernah ada faktor positif ekonomi hadir bersamaan. Faktor posistif itu antara lain jumlah wisatawan mancanegara yang dalam delapan bulan terakir naik secara signifikan. Bahkan Ekspor pada bulan Agustus tercatat paling tinggi dalam sejarah bulanan. Ditambah lagi, Daya saing Indonesia-pun juga terus meningkat.
Selain itu tingkat kepercayaan asing untuk berinvestasi di Indonesia juga terus membaik. Hal ini terlihat dari penanaman modal asing yang tumbuh dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Kalau pemerintah dapat memanfaatkan kondisi ini, kita harus yakin dapat melakukan perbaikan ekonomi negara dan peningkatan kesejahteraan rakyat dapat dicapai.
Ini yang harus benar - benar dimanfaatkan pemerintah dengan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid dua . Jadi bukan masalah reshufel atau tidak, yang terpenting adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Intinya bagaimana kepemimpinan Presiden SBY lebih mengarahkan pada peningkatan perekonomian negara dengan rasa sepenuh hati serta program membrantas korupsi yang harus diwujudkan. Presiden bersama KIB masih punya banyak waktu, bukan berarti sudah habis, jadi tidak ada kata terlambat untuk meningkatkan kinerjanya yang lebih baik.


Sumber :
http://www.indonesia.go.id
http://www.globaljust.org
http://www.indonesiaindonesia.com
http://id.voi.co.id/
Readmore..

Bookmark and Share

Wednesday, March 19, 2014

Perekonomian Sang Kuda Hitam INDIA



Sejak lahir ane terbius dengan segala sesuatu yang berbau india, dari mulai film, lagu, kebudayaan bahkan sekarang ane tertarik dengan perekonomian negara yang berpopulasi terbanyak kedua di dunia ini yakni INDIA. Sebelum kita bahas perekonomian INDIA alangkah baiknya kita mengenal lebih dekat siapa India itu,

Check this out ... !!!
INDIA adalah sebuah negara di Asia yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, dengan populasi lebih dari satu milyar jiwa, dan adalah negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis dengan luas wilayah 3.287.590 km². Jumlah penduduk India tumbuh pesat sejak pertengahan 1980-an. Ekonomi India adalah terbesar KEEMPAT di dunia dalam PDB, diukur dari segi paritas daya beli (PPP), dan salah satu pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. India, negara dengan sistem demokrasi liberal terbesar di dunia, juga telah muncul sebagai kekuatan regional yang penting, memiliki kekuatan militer terbesar dan mempunyai kemampuan senjata nuklir.

India terletak di Asia Selatan dengan garis pantai sepanjang 7.000 km, dan bagian dari anak benua India, India merupakan bagian dari rute perdagangan penting dan bersejarah. Dia membagi perbatasan dengan Pakistan, Republik Rakyat Cina, Myanmar. Banglades, Nepal, Bhutan, dan Afganistan. Sri Lanka, Maladewa, dan Indonesia adalah negara kepulauan yang bersebelahan.

Populasi India diperkirakan sekitar 1.13 milyar jiwa, yang merupakan 1/6 dari penduduk dunia. Populasi India diperkirakan melebihi Tiongkok tahun 2030 dan akan menjadi negara terpadat di dunia. India memiliki lebih dari dua ribu etnis, dan agama-agama utama ada di India. Penduduk India menunjukkan perbedaan yang besar di segi keturunan dan kehidupan kebuayaan mereka. Dipercaya bahwa penduduk asli India berwarna kulit hitam, berpostur pendek dan berhidung lebar. Bahasa di India juga sangat beragam.

Di India terdapat 18 bahasa resmi yang diakui oleh konstitusi dan terbagi atas dua kelompok besar. Pertama adalah, Indo-Arya yang merupakan cabang dari kelompok bahasa Indo-Eropa dan merupakan bahasa yang digunakan oleh masyarakat Asia Tengah yang sekarang dikenal dengan India. Kedua, Dravida yang merupakan bahasa asli India Selatan dan dipengaruhi oleh Sanskrit dan Hindi. Di India terdapat 1600 bahasa dan dialek berdasarkan sensus tahun 1991. Bagi kalangan terpelajar di India, bahasa Inggris merupakan bahasa utama, sedangkan bagi sebagian besar masyarakat India lainnya Bahasa Inggris merupakan bahasa kedua setelah bahasa daerah.

Oke gan, cukup segitu introduce tentang India, next kalo ngomongin tentang India kurang afdol kalau ga membicarakan tentang film, yeah kalo di USA kita punya Hollywood di India ada Bollywood. tengok sejarah Bollywood dikit yuk gan. Monggo !!!

Bollywood sering disalahartikan sama dengan industri film India. Padahal, di negara ini pusat-pusat industri film tak cuma Bollywood saja dan Bollywood hanya salah satu di antaranya. Meskipun memang, Bollywood merupakan industri film yang terbesar di India.
Bollywood sendiri sebenarnya mengacu pada film Hindi. Dalam perkembangannya saat ini, film-film Bollywood banyak menggunakan dialog dalam Bahasa Inggris. Begitu pula lagu-lagu yang dinyanyikan dalam film itu. Karena itu, tak heran muncul istilah Hinglish (Hindi-English).
Penamaan Bollywood mengacu pada Bombay (nama lain dari kota Mumbai) dan Hollywood, pusat industri film di Los Angeles, California, Amerika Serikat. Meskipun penampakan Bollywood secara fisik tak kelihatan seperti yang ada di Hollywood dengan studio-studio film raksasa, sehingga Bollywood sering disebut-sebut saudara sepupunya Hollywood yang miskin.
Nama Bollywood juga terinsipirasi dari Tollywood, pusat industri film yang ada di Bengal Barat yang sudah lebih dulu ada sekitar 1932. Tollywood, yang juga terinspirasi dari nama Hollywood, mengacu pada film-film Bengali yang berpusat di Tollygunge, Calcutta. Sebelum ada Bollywood, Tollywood sudah menjadi pusat cinema India. Tollywood saat ini juga digunakan untuk merujuk pada industri film Telugu di Anddra Pradesh.
Penggunaan nama Bollywood sebenarnya baru mulai resmi dan populer digunakan sekitar 1970-an, ketika India berhasil mengambil-alih Amerika Serikat sebagai negara industri film terbesar di dunia.
Siip jadi sekarang ente tau kan, ga semua film India itu Bollywood. ngomongin tentang film Bollywood ane recommend film ini untuk ditonton. Seperti postingan ane tahun jebot, mungkin tahun dimana raja Fir'aun masih dagang ikan asin gan alias jadul bingitss ..

Jangan Kedip Gan .. !!!



That's right 3 Idiots. sumpah demi apapun gan ini film luar binasah. Ini film pertama yang membuka mata bahwa film India tidak hanya mampu menyuguhkan kisah cinta lengkap dengan tarian masal dan kejar-kejaran di tengah hujan. Garis besar cerita film 3 Idiots ini adalah tentang cara memandang sekolah itu seperti apa. Kisahnya sendiri terbilang cukup inspiratif di tengah-tengah pola pendidikan di wilayah Asia khususnya yang semakin semrawut.

oia ngomongin film 3 Idiots ane pernah nobar film ini satu kelas gan, bayangin nobar satu kelas film India wuahhhahhahaaa, cuma anak 1EB17 Universitas Gunadarma yang bisa gini gan. tenang gan biar ga di kata hoax ane sisipin buktinya.




Skip cukup Muqodimahnya, sekarang ane bakal ngebahas tentang Perekonomian Sang Kuda Hitam INDIA. Kuda Hitam memiliki arti peserta pertandingan (perlombaan) yg semula tidak diperhitungkan akan menonjol, tetapi akhirnya menjadi Sorotan. Kenapa ane sebut sang kuda hitam, karena perekonomian India bila dibandingkan dengan Indonesia dianggap sebagai negara yang perekonomiannya lamban, karena itulah tak heran betapa terkejutnya mendengar agenda perusahaan dagang milik India, Tata Steel, yang akan mengakuisisi Krakatau Steel milik Indonesia pada tahun 2008

Pesatnya Pertumbuhan Ekonomi India

Dimulai pada 1997, terlihat pergerakan pertumbuhan ekonomi India yang mencapai angka rata – rata 7% lebih yang menjadikan turunnya angka kemiskinan penduduk dunia sebesar 10%. Menurut data yang tercatat, tikat pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) di tahun 2006 sekitar 9,6%, dan ditahun 2007 sekitar 9%, sedangkan di tahun 2008 sebesar 6,6%.

Para pengamat ekonomi di India saat itu memprediksi pertumbuhan di tahun fiskal yang jatuh pada akhir Maret 2009 akan terjadi pertumbuhan PDB dikisaran 8,5% sampai dengan 9%. Namun hal ini berbeda dari kenyataannya yang hanya mencapai angka 7% disebabkan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi India akibat krisis keuangan.

Salah satu negara yang menjadi mitra perdagangan utama India adalah Amerika Serikat. Nilai total perdagangan bilateral antar India dan Amerika di tahun 2008 sudah mencapai angka $50 milyar. Saat itu Amerika Serikat mengekspor peralatan laboratorium kesehatan, pesawat dan suku cadangnya, mesin – mesin canggih, besi tua, perangkat komputer, dan sebagainya. Sebaliknya, India banyak mengekspor berbagai macam hasil tekstik, hasil pertanian, logam mulia dan permata, bahan kimia, dan lain sebagainya ke Amerika Serikat.

Saat itu pun ekonomi India semakin tumbuh dan terdorong pesat berkat peningkatan pada sektor perangkat lunak yang sangat membantu memodernisasi perekonomian di India. Sebagai contoh perangkat komputer pribadi mencapai angka 14 dalam 1000 orang. Dan di tahun 2010 penggunaan perangkat telpon selular mencapai angka 300 juta pengguna.

Sedangkan di tahun 2009, Produk Domestik Bruto India mencapai nilai $1200 Triliun lebih yang menjadikan ekonomi India saat itu menjadi negara dengan ekonomi terbesar urutan ke – 11 dunia. Namun, apabila paritas daya beli yang menjadi indikator, maka ekonomi India justru berada di urutan ke – 4 terbesar di dunia, yaitu berada pada angka $3.560 Triliun.

Dengan tercapainya pertumbuhan PDB rata – rata India di angka 5,8% dalam 2 dawasarwa terakhir menjadikan India termasuk negara yang perekonomiannya tumbuh dengan sangat cepat.

Sistem Ekonomi India

Negara-negara sedang berkembang kecuali Kuba, Cina ,Korea Utara dan beberapa lagi yang lain, pada dasarnya dapat digolongkan sebagai penganut system ekonomi campuran, kapitalis dan sosialis. Tingkat pemilikan pribadi (swasta) atas sumber daya masih tetap ada berdampingan dengan pemilikan yang paling utama oleh pemerintah (Negara) demikian pula dengan partisipasi dalam kegiatan kegiatan eknomi. Sumber daya sering kali dimiliki bersama untuk memenuhi kepentingan pemerintah dan swasta.
Dalam sitem perekonomian di india maupun Negara bagian memiliki peran penting sebagai regulator dan perencana.Pemerintah juga berperan melalui kepemilikan perusahaan public. Keterlibatan pemerintah dalam skala besar di mulai pada 1950-an sebagai cerminan nasinalisme dan sosialisme pasca kemerdekaan yang dipimpin oleh Jawaharlal Nehru.

Jawaharlal Nehru

Keterlibatan pemerintahan juga bertujuan mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan rakyat india yang semakin bertambah. Di samping kedua ekstrim sistem ekonomi tersebut, terdapat sebuah sistem yang lain yang merupakan “atas campuran : antara keduanya, dengan berbagai fariasi kadar donasinya, dengan berbagai fariasi nama dan oleh istilahnya. Sistem ekonomi campuran pada umumnya diterapkan oleh negara-negara berkembang atau negara-negara dunia ke tiga. Beberapa negara di antaranya cukup konsisten dalam meramu sistem ekonomi campuran, dalam arti kadar kapitalisnya selalu lebih.

Pelaku Ekonomi India

India memiliki pelaku yang sangat banyak dalam memajukan perekonomian, namun kali ini ane hanya ingin membahas satu nama yang menurut ane he's perfect.
Menteri Perdagangan India, Kamal Nath 
Kamal Nath
Pria yang lahir pada 18 November 1946 adalah seorang politikus India dan Menteri Perdaganagn. Dia adalah anggota dari 15 Lok Sabha India . Dia mewakili konstituensi Chhindwara dari Madhya Pradesh dan merupakan anggota dari Indian National Congress ( INC )
Kamal Nath adalah pendukung kuat dari pembangunan ekonomi di India . Pada World Economic Forum ( WEF ) Davos , Swiss pada tahun 2011 Nath berbagi pandangannya tentang peningkatan akses pasar untuk negara-negara berkembang di bidang pertanian menyatakan tarif India diterapkan untuk ekspor di negara maju sangat rendah . Nath mengklaim bahwa ini adalah karena impor terus melalui skema seperti EPCG (Export Promotion Capital Goods Scheme) di mana tarif tidak dipungut.
Pada saat pertemuan program PBB yang disusun dalam bentuk Millennium Development Goals (MDGs-21 April 2008) di Postdam-Jerman, Menteri perdagangan India, Kamal Nath dan Menteri Luar Negeri Brazil, Celson Amoroim, terpaksa meninggalkan ruang pertemuan di Potsdam itu. Hal ini disebabkan program PBB yang disusun dalam bentuk MDGs tersebut, yakni “sektor perdagangan adalah salah satu cara mengatasi kemiskinan global yang mendera 2 miliar penduduk dunia, dan semuanya tinggal di negara berkembang” tidak selaras (sama) dengan program yang diajukan oleh pihak negara maju yaitu Kepala Perwakilan Dagang AS Susan Schwab dan Ketua Komisi Perdagangan Uni Eropa (UE) Peter Mandelson. 

Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi India

The Reserve Bank of India telah menanggapi inflasi yang tinggi dengan meningkatkan tarif repo lima kali sejak Maret 2010 saja. Pada September 16, angka ini di 6,00% dan ekonom percaya bahwa itu akan meningkat menjadi 6,5% pada akhir 2011. Penyesuaian dalam tingkat harus mengarah pada tingkat bunga riil yang positif pada tahun 2011. Namun, penyesuaian ini dapat menghambat Upaya pemerintah pada konsolidasi anggaran. 
Pemerintah India berfokus pada penurunan defisit anggaran selama tiga tahun ke depan. Defisit anggaran pemerintah naik menjelang akhir tahun 2008. Hal ini terjadi karena kegiatan ekonomi lebih lambat dan pelaksanaan langkah-langkah stimulus pemerintah dan biaya lainnya tidak sepenuhnya ditetapkan dalam anggaran. Pada bulan Juli 2009, pemerintah pusat diperkirakan defisit sebesar 6,8% dari PDB. Selain itu, defisit agregat dalam anggaran negara 'untuk TA 2008/2009 diperkirakan mencapai 2 ¾%. Saat ini, pemerintah berupaya untuk mengurangi defisit menjadi 5,5% pada tahun 2010/2010, 4,8% pada tahun 2011/2012 dan 4,1% pada tahun 2012/2013. Untuk melakukannya, pemerintah menganjurkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan penurunan target rasio utang publik terhadap PDB. Para ekonom percaya bahwa pemerintah akan berhasil dalam mengurangi defisit anggaran, tapi akan kehilangan target dengan margin kecil. 
Secara keseluruhan pengangguran secara konsisten tetap di sekitar 10% selama dua tahun terakhir dan diproyeksikan akan tetap di sana. Sektor jasa yang terdiri 50% dari PDB pada tahun 2004/05 hanya telah melihat peningkatan kerja moderat. Pada periode 1990-2005 pekerjaan di sektor jasa meningkat hanya 22% sedangkan pertumbuhan kontribusi sektor terhadap PDB meningkat 44%. Lapangan kerja formal di sektor manufaktur menurun selama periode yang sama dari 9,3% menjadi 7,5% dari total tenaga kerja. Meskipun pertumbuhan ekonomi yang kuat di dekade terakhir, isu-isu ketenagakerjaan India bertahan dengan sebagian besar rakyat di lapangan kerja yang produktif informal dan rendah. Pertumbuhan produksi industri diperkirakan naik 11,2% pada tahun 2010, sedangkan upah tenaga kerja tidak terampil dan terampil diperkirakan naik 3,8% dibandingkan periode yang sama. Sementara kerugian pekerjaan besar terjadi melalui sebagian besar tahun 2008, pekerjaan dijemput oleh pertengahan 2009, sebagian melalui skema jaring pengaman sosial pemerintah seperti Jaminan Rural Employment Act Nasional yang memberikan cash for work untuk India miskin, dalam rangka membangun infrastruktur kritis. 
Meskipun penurunan tingkat ekspor sebesar 6,7% pada tahun 2009, sektor eksternal diharapkan pulih pada tahun 2010 dan 2011 dengan peningkatan sebesar 13,9% dan 12,2% masing-masing. Menurut PBB Statistik Perdagangan Komoditi, 27% dari seluruh ekspor pada tahun 2008 berada di sektor barang yang diproduksi. Juga, 18% dari ekspor berada di Bahan Bakar Mineral dan sektor Pelumas dan 13% berada di Mesin dan Alat Berat Transportasi sektor, (yang 37% berasal dari Amerika Serikat). Total nilai perdagangan India net pertanian ekspor meningkat 36% antara 1996 dan 2006. Investasi USAID dalam revolusi hijau di India berkontribusi surplus dan perluasan ekspor pertanian dari 3,3 persen pada pra-reformasi tahun menjadi 6,4% pada tahun 2003. Ekspor pertanian bersih tumbuh dari $ 2,7 miliar tahun 1990 menjadi $ 10,7 miliar pada 2008. Ketika Pemerintah Indonesia mengadopsi postur kebijakan perdagangan reaktif, tuas proteksionis seperti larangan ekspor pertanian dan tarif impor (39% beberapa tertinggi di dunia berkembang) dari semua item makanan pokok terbatas peluang perdagangan dan pertumbuhan sektor. Meskipun demikian, impor diperkirakan meningkat 17,7% pada tahun 2010/2011, menyebabkan defisit perdagangan meningkat dari US $ 106 miliar pada 2009 menjadi US $ 150 miliar pada tahun 2011. 

Peta Ekonomi India


Ekonomi India dulunya banyak tergantung dari pertanian, namun sekarang ini hanya menyumbang kurang dari 25% dari PDB. Industri penting lainnya termasuk pertambangan, petroleum, pengasahan berlian, film, tekstil, teknologi informasi, dan kerajinan tangan. Kebanyakan daerah industri India berpusat di kota-kota utamanya. Tahun-tahun belakangan ini, India telah muncul sebagai salah satu pemain terbesar dalam perangkat lunak dan business process outsourcing, dengan pendapatan sekitar AS$17,2 milyar pada 2004-2005. Dan ada juga banyak industri skala kecil yang meyediakan lapangan kerja yang stabil bagi penduduk di kota kecil dan pedesaan.

Meskipun India hanya menerima sekitar tiga juta pengunjung asing setiap tahun, pariwisata tetap penting tapi masih sumber pendapatan nasional yang belum berkembang. Pariwisata menyumbangkan 5,3 persen dari PDB India. Partner perdagangan utama India termasuk Amerika Serikat, Jepang, Republik Rakyat Cina dan Uni Emirat Arab.

Ekspor utama India termasuk produk pertanian, tekstil, batu berharga dan perhiasan, jasa perangkat lunak dan teknologi, hasil teknik, kimia, dan hasil kulit sedangkan komoditas impornya adalah minyak mentah, mesin, batu berharga, pupuk, kimia. Pada tahun 2004, total ekspor India berjumlah AS$69,18 milyar sedangkan impor sekitar AS$89,33 milyarPertumbuhan investasi India diharapkan dapat mempercepat menjadi 9,6% pada tahun 2010/2011 dan menjadi 12,2% pada tahun 2011/2012 karena ketersediaan pembiayaan dalam dan luar negeri. Ini adalah peningkatan yang signifikan atas tingkat yang terlihat selama krisis keuangan dari 4,0% terlihat selama krisis keuangan tahun 2008/2009 dan 7,2% pada tahun 2009/2010. Konsumsi swasta, salah satu komponen yang tumbuh paling lambat dari PDB, diharapkan tumbuh pada rata-rata tahunan sebesar 6,5% 2010 / 2011-2010 / 12. Tingkat lambat dipengaruhi oleh sensitivitas konsumen terhadap suku bunga karena konsumen biasanya membeli secara kredit. 

Inflasi telah menjadi isu yang lebih besar pada tahun 2010, yang menyebabkan pengetatan moneter. Tingkat inflasi rata-rata meningkat perlahan-lahan selama tiga tahun terakhir, dengan tingkat sebesar 8,3% pada tahun 2008, 10,9% pada tahun 2009 dan sekarang diperkirakan mencapai 11,0% pada tahun 2010. Tingkat inflasi tinggi meningkat seperti harga produksi barang-barang manufaktur dan properti menyebabkan suatu spiral inflasi. Selain itu, harga pangan tetap tinggi sebagai akibat dari meningkatnya permintaan. Seiring dengan peningkatan produksi pertanian dengan teknologi membaik, dan kondisi iklim yang kondusif harga pangan diperkirakan akan menurun dan inflasi akan normal pada 2011 menjadi sekitar 5%. 


Sumber :
  • bappenas.go.id
  • Usaid.gov
  • adb.org
  • goidirectory.gov.in
  • egateg.usaid.gov
  • Kaskus.co.id

Readmore..

Bookmark and Share

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...