• Breaking News

    Wednesday, March 19, 2014

    Perekonomian Sang Kuda Hitam INDIA



    Sejak lahir ane terbius dengan segala sesuatu yang berbau india, dari mulai film, lagu, kebudayaan bahkan sekarang ane tertarik dengan perekonomian negara yang berpopulasi terbanyak kedua di dunia ini yakni INDIA. Sebelum kita bahas perekonomian INDIA alangkah baiknya kita mengenal lebih dekat siapa India itu,

    Check this out ... !!!
    INDIA adalah sebuah negara di Asia yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, dengan populasi lebih dari satu milyar jiwa, dan adalah negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis dengan luas wilayah 3.287.590 km². Jumlah penduduk India tumbuh pesat sejak pertengahan 1980-an. Ekonomi India adalah terbesar KEEMPAT di dunia dalam PDB, diukur dari segi paritas daya beli (PPP), dan salah satu pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. India, negara dengan sistem demokrasi liberal terbesar di dunia, juga telah muncul sebagai kekuatan regional yang penting, memiliki kekuatan militer terbesar dan mempunyai kemampuan senjata nuklir.

    India terletak di Asia Selatan dengan garis pantai sepanjang 7.000 km, dan bagian dari anak benua India, India merupakan bagian dari rute perdagangan penting dan bersejarah. Dia membagi perbatasan dengan Pakistan, Republik Rakyat Cina, Myanmar. Banglades, Nepal, Bhutan, dan Afganistan. Sri Lanka, Maladewa, dan Indonesia adalah negara kepulauan yang bersebelahan.

    Populasi India diperkirakan sekitar 1.13 milyar jiwa, yang merupakan 1/6 dari penduduk dunia. Populasi India diperkirakan melebihi Tiongkok tahun 2030 dan akan menjadi negara terpadat di dunia. India memiliki lebih dari dua ribu etnis, dan agama-agama utama ada di India. Penduduk India menunjukkan perbedaan yang besar di segi keturunan dan kehidupan kebuayaan mereka. Dipercaya bahwa penduduk asli India berwarna kulit hitam, berpostur pendek dan berhidung lebar. Bahasa di India juga sangat beragam.

    Di India terdapat 18 bahasa resmi yang diakui oleh konstitusi dan terbagi atas dua kelompok besar. Pertama adalah, Indo-Arya yang merupakan cabang dari kelompok bahasa Indo-Eropa dan merupakan bahasa yang digunakan oleh masyarakat Asia Tengah yang sekarang dikenal dengan India. Kedua, Dravida yang merupakan bahasa asli India Selatan dan dipengaruhi oleh Sanskrit dan Hindi. Di India terdapat 1600 bahasa dan dialek berdasarkan sensus tahun 1991. Bagi kalangan terpelajar di India, bahasa Inggris merupakan bahasa utama, sedangkan bagi sebagian besar masyarakat India lainnya Bahasa Inggris merupakan bahasa kedua setelah bahasa daerah.

    Oke gan, cukup segitu introduce tentang India, next kalo ngomongin tentang India kurang afdol kalau ga membicarakan tentang film, yeah kalo di USA kita punya Hollywood di India ada Bollywood. tengok sejarah Bollywood dikit yuk gan. Monggo !!!

    Bollywood sering disalahartikan sama dengan industri film India. Padahal, di negara ini pusat-pusat industri film tak cuma Bollywood saja dan Bollywood hanya salah satu di antaranya. Meskipun memang, Bollywood merupakan industri film yang terbesar di India.
    Bollywood sendiri sebenarnya mengacu pada film Hindi. Dalam perkembangannya saat ini, film-film Bollywood banyak menggunakan dialog dalam Bahasa Inggris. Begitu pula lagu-lagu yang dinyanyikan dalam film itu. Karena itu, tak heran muncul istilah Hinglish (Hindi-English).
    Penamaan Bollywood mengacu pada Bombay (nama lain dari kota Mumbai) dan Hollywood, pusat industri film di Los Angeles, California, Amerika Serikat. Meskipun penampakan Bollywood secara fisik tak kelihatan seperti yang ada di Hollywood dengan studio-studio film raksasa, sehingga Bollywood sering disebut-sebut saudara sepupunya Hollywood yang miskin.
    Nama Bollywood juga terinsipirasi dari Tollywood, pusat industri film yang ada di Bengal Barat yang sudah lebih dulu ada sekitar 1932. Tollywood, yang juga terinspirasi dari nama Hollywood, mengacu pada film-film Bengali yang berpusat di Tollygunge, Calcutta. Sebelum ada Bollywood, Tollywood sudah menjadi pusat cinema India. Tollywood saat ini juga digunakan untuk merujuk pada industri film Telugu di Anddra Pradesh.
    Penggunaan nama Bollywood sebenarnya baru mulai resmi dan populer digunakan sekitar 1970-an, ketika India berhasil mengambil-alih Amerika Serikat sebagai negara industri film terbesar di dunia.
    Siip jadi sekarang ente tau kan, ga semua film India itu Bollywood. ngomongin tentang film Bollywood ane recommend film ini untuk ditonton. Seperti postingan ane tahun jebot, mungkin tahun dimana raja Fir'aun masih dagang ikan asin gan alias jadul bingitss ..

    Jangan Kedip Gan .. !!!



    That's right 3 Idiots. sumpah demi apapun gan ini film luar binasah. Ini film pertama yang membuka mata bahwa film India tidak hanya mampu menyuguhkan kisah cinta lengkap dengan tarian masal dan kejar-kejaran di tengah hujan. Garis besar cerita film 3 Idiots ini adalah tentang cara memandang sekolah itu seperti apa. Kisahnya sendiri terbilang cukup inspiratif di tengah-tengah pola pendidikan di wilayah Asia khususnya yang semakin semrawut.

    oia ngomongin film 3 Idiots ane pernah nobar film ini satu kelas gan, bayangin nobar satu kelas film India wuahhhahhahaaa, cuma anak 1EB17 Universitas Gunadarma yang bisa gini gan. tenang gan biar ga di kata hoax ane sisipin buktinya.




    Skip cukup Muqodimahnya, sekarang ane bakal ngebahas tentang Perekonomian Sang Kuda Hitam INDIA. Kuda Hitam memiliki arti peserta pertandingan (perlombaan) yg semula tidak diperhitungkan akan menonjol, tetapi akhirnya menjadi Sorotan. Kenapa ane sebut sang kuda hitam, karena perekonomian India bila dibandingkan dengan Indonesia dianggap sebagai negara yang perekonomiannya lamban, karena itulah tak heran betapa terkejutnya mendengar agenda perusahaan dagang milik India, Tata Steel, yang akan mengakuisisi Krakatau Steel milik Indonesia pada tahun 2008

    Pesatnya Pertumbuhan Ekonomi India

    Dimulai pada 1997, terlihat pergerakan pertumbuhan ekonomi India yang mencapai angka rata – rata 7% lebih yang menjadikan turunnya angka kemiskinan penduduk dunia sebesar 10%. Menurut data yang tercatat, tikat pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) di tahun 2006 sekitar 9,6%, dan ditahun 2007 sekitar 9%, sedangkan di tahun 2008 sebesar 6,6%.

    Para pengamat ekonomi di India saat itu memprediksi pertumbuhan di tahun fiskal yang jatuh pada akhir Maret 2009 akan terjadi pertumbuhan PDB dikisaran 8,5% sampai dengan 9%. Namun hal ini berbeda dari kenyataannya yang hanya mencapai angka 7% disebabkan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi India akibat krisis keuangan.

    Salah satu negara yang menjadi mitra perdagangan utama India adalah Amerika Serikat. Nilai total perdagangan bilateral antar India dan Amerika di tahun 2008 sudah mencapai angka $50 milyar. Saat itu Amerika Serikat mengekspor peralatan laboratorium kesehatan, pesawat dan suku cadangnya, mesin – mesin canggih, besi tua, perangkat komputer, dan sebagainya. Sebaliknya, India banyak mengekspor berbagai macam hasil tekstik, hasil pertanian, logam mulia dan permata, bahan kimia, dan lain sebagainya ke Amerika Serikat.

    Saat itu pun ekonomi India semakin tumbuh dan terdorong pesat berkat peningkatan pada sektor perangkat lunak yang sangat membantu memodernisasi perekonomian di India. Sebagai contoh perangkat komputer pribadi mencapai angka 14 dalam 1000 orang. Dan di tahun 2010 penggunaan perangkat telpon selular mencapai angka 300 juta pengguna.

    Sedangkan di tahun 2009, Produk Domestik Bruto India mencapai nilai $1200 Triliun lebih yang menjadikan ekonomi India saat itu menjadi negara dengan ekonomi terbesar urutan ke – 11 dunia. Namun, apabila paritas daya beli yang menjadi indikator, maka ekonomi India justru berada di urutan ke – 4 terbesar di dunia, yaitu berada pada angka $3.560 Triliun.

    Dengan tercapainya pertumbuhan PDB rata – rata India di angka 5,8% dalam 2 dawasarwa terakhir menjadikan India termasuk negara yang perekonomiannya tumbuh dengan sangat cepat.

    Sistem Ekonomi India

    Negara-negara sedang berkembang kecuali Kuba, Cina ,Korea Utara dan beberapa lagi yang lain, pada dasarnya dapat digolongkan sebagai penganut system ekonomi campuran, kapitalis dan sosialis. Tingkat pemilikan pribadi (swasta) atas sumber daya masih tetap ada berdampingan dengan pemilikan yang paling utama oleh pemerintah (Negara) demikian pula dengan partisipasi dalam kegiatan kegiatan eknomi. Sumber daya sering kali dimiliki bersama untuk memenuhi kepentingan pemerintah dan swasta.
    Dalam sitem perekonomian di india maupun Negara bagian memiliki peran penting sebagai regulator dan perencana.Pemerintah juga berperan melalui kepemilikan perusahaan public. Keterlibatan pemerintah dalam skala besar di mulai pada 1950-an sebagai cerminan nasinalisme dan sosialisme pasca kemerdekaan yang dipimpin oleh Jawaharlal Nehru.

    Jawaharlal Nehru

    Keterlibatan pemerintahan juga bertujuan mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan rakyat india yang semakin bertambah. Di samping kedua ekstrim sistem ekonomi tersebut, terdapat sebuah sistem yang lain yang merupakan “atas campuran : antara keduanya, dengan berbagai fariasi kadar donasinya, dengan berbagai fariasi nama dan oleh istilahnya. Sistem ekonomi campuran pada umumnya diterapkan oleh negara-negara berkembang atau negara-negara dunia ke tiga. Beberapa negara di antaranya cukup konsisten dalam meramu sistem ekonomi campuran, dalam arti kadar kapitalisnya selalu lebih.

    Pelaku Ekonomi India

    India memiliki pelaku yang sangat banyak dalam memajukan perekonomian, namun kali ini ane hanya ingin membahas satu nama yang menurut ane he's perfect.
    Menteri Perdagangan India, Kamal Nath 
    Kamal Nath
    Pria yang lahir pada 18 November 1946 adalah seorang politikus India dan Menteri Perdaganagn. Dia adalah anggota dari 15 Lok Sabha India . Dia mewakili konstituensi Chhindwara dari Madhya Pradesh dan merupakan anggota dari Indian National Congress ( INC )
    Kamal Nath adalah pendukung kuat dari pembangunan ekonomi di India . Pada World Economic Forum ( WEF ) Davos , Swiss pada tahun 2011 Nath berbagi pandangannya tentang peningkatan akses pasar untuk negara-negara berkembang di bidang pertanian menyatakan tarif India diterapkan untuk ekspor di negara maju sangat rendah . Nath mengklaim bahwa ini adalah karena impor terus melalui skema seperti EPCG (Export Promotion Capital Goods Scheme) di mana tarif tidak dipungut.
    Pada saat pertemuan program PBB yang disusun dalam bentuk Millennium Development Goals (MDGs-21 April 2008) di Postdam-Jerman, Menteri perdagangan India, Kamal Nath dan Menteri Luar Negeri Brazil, Celson Amoroim, terpaksa meninggalkan ruang pertemuan di Potsdam itu. Hal ini disebabkan program PBB yang disusun dalam bentuk MDGs tersebut, yakni “sektor perdagangan adalah salah satu cara mengatasi kemiskinan global yang mendera 2 miliar penduduk dunia, dan semuanya tinggal di negara berkembang” tidak selaras (sama) dengan program yang diajukan oleh pihak negara maju yaitu Kepala Perwakilan Dagang AS Susan Schwab dan Ketua Komisi Perdagangan Uni Eropa (UE) Peter Mandelson. 

    Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi India

    The Reserve Bank of India telah menanggapi inflasi yang tinggi dengan meningkatkan tarif repo lima kali sejak Maret 2010 saja. Pada September 16, angka ini di 6,00% dan ekonom percaya bahwa itu akan meningkat menjadi 6,5% pada akhir 2011. Penyesuaian dalam tingkat harus mengarah pada tingkat bunga riil yang positif pada tahun 2011. Namun, penyesuaian ini dapat menghambat Upaya pemerintah pada konsolidasi anggaran. 
    Pemerintah India berfokus pada penurunan defisit anggaran selama tiga tahun ke depan. Defisit anggaran pemerintah naik menjelang akhir tahun 2008. Hal ini terjadi karena kegiatan ekonomi lebih lambat dan pelaksanaan langkah-langkah stimulus pemerintah dan biaya lainnya tidak sepenuhnya ditetapkan dalam anggaran. Pada bulan Juli 2009, pemerintah pusat diperkirakan defisit sebesar 6,8% dari PDB. Selain itu, defisit agregat dalam anggaran negara 'untuk TA 2008/2009 diperkirakan mencapai 2 ¾%. Saat ini, pemerintah berupaya untuk mengurangi defisit menjadi 5,5% pada tahun 2010/2010, 4,8% pada tahun 2011/2012 dan 4,1% pada tahun 2012/2013. Untuk melakukannya, pemerintah menganjurkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan penurunan target rasio utang publik terhadap PDB. Para ekonom percaya bahwa pemerintah akan berhasil dalam mengurangi defisit anggaran, tapi akan kehilangan target dengan margin kecil. 
    Secara keseluruhan pengangguran secara konsisten tetap di sekitar 10% selama dua tahun terakhir dan diproyeksikan akan tetap di sana. Sektor jasa yang terdiri 50% dari PDB pada tahun 2004/05 hanya telah melihat peningkatan kerja moderat. Pada periode 1990-2005 pekerjaan di sektor jasa meningkat hanya 22% sedangkan pertumbuhan kontribusi sektor terhadap PDB meningkat 44%. Lapangan kerja formal di sektor manufaktur menurun selama periode yang sama dari 9,3% menjadi 7,5% dari total tenaga kerja. Meskipun pertumbuhan ekonomi yang kuat di dekade terakhir, isu-isu ketenagakerjaan India bertahan dengan sebagian besar rakyat di lapangan kerja yang produktif informal dan rendah. Pertumbuhan produksi industri diperkirakan naik 11,2% pada tahun 2010, sedangkan upah tenaga kerja tidak terampil dan terampil diperkirakan naik 3,8% dibandingkan periode yang sama. Sementara kerugian pekerjaan besar terjadi melalui sebagian besar tahun 2008, pekerjaan dijemput oleh pertengahan 2009, sebagian melalui skema jaring pengaman sosial pemerintah seperti Jaminan Rural Employment Act Nasional yang memberikan cash for work untuk India miskin, dalam rangka membangun infrastruktur kritis. 
    Meskipun penurunan tingkat ekspor sebesar 6,7% pada tahun 2009, sektor eksternal diharapkan pulih pada tahun 2010 dan 2011 dengan peningkatan sebesar 13,9% dan 12,2% masing-masing. Menurut PBB Statistik Perdagangan Komoditi, 27% dari seluruh ekspor pada tahun 2008 berada di sektor barang yang diproduksi. Juga, 18% dari ekspor berada di Bahan Bakar Mineral dan sektor Pelumas dan 13% berada di Mesin dan Alat Berat Transportasi sektor, (yang 37% berasal dari Amerika Serikat). Total nilai perdagangan India net pertanian ekspor meningkat 36% antara 1996 dan 2006. Investasi USAID dalam revolusi hijau di India berkontribusi surplus dan perluasan ekspor pertanian dari 3,3 persen pada pra-reformasi tahun menjadi 6,4% pada tahun 2003. Ekspor pertanian bersih tumbuh dari $ 2,7 miliar tahun 1990 menjadi $ 10,7 miliar pada 2008. Ketika Pemerintah Indonesia mengadopsi postur kebijakan perdagangan reaktif, tuas proteksionis seperti larangan ekspor pertanian dan tarif impor (39% beberapa tertinggi di dunia berkembang) dari semua item makanan pokok terbatas peluang perdagangan dan pertumbuhan sektor. Meskipun demikian, impor diperkirakan meningkat 17,7% pada tahun 2010/2011, menyebabkan defisit perdagangan meningkat dari US $ 106 miliar pada 2009 menjadi US $ 150 miliar pada tahun 2011. 

    Peta Ekonomi India


    Ekonomi India dulunya banyak tergantung dari pertanian, namun sekarang ini hanya menyumbang kurang dari 25% dari PDB. Industri penting lainnya termasuk pertambangan, petroleum, pengasahan berlian, film, tekstil, teknologi informasi, dan kerajinan tangan. Kebanyakan daerah industri India berpusat di kota-kota utamanya. Tahun-tahun belakangan ini, India telah muncul sebagai salah satu pemain terbesar dalam perangkat lunak dan business process outsourcing, dengan pendapatan sekitar AS$17,2 milyar pada 2004-2005. Dan ada juga banyak industri skala kecil yang meyediakan lapangan kerja yang stabil bagi penduduk di kota kecil dan pedesaan.

    Meskipun India hanya menerima sekitar tiga juta pengunjung asing setiap tahun, pariwisata tetap penting tapi masih sumber pendapatan nasional yang belum berkembang. Pariwisata menyumbangkan 5,3 persen dari PDB India. Partner perdagangan utama India termasuk Amerika Serikat, Jepang, Republik Rakyat Cina dan Uni Emirat Arab.

    Ekspor utama India termasuk produk pertanian, tekstil, batu berharga dan perhiasan, jasa perangkat lunak dan teknologi, hasil teknik, kimia, dan hasil kulit sedangkan komoditas impornya adalah minyak mentah, mesin, batu berharga, pupuk, kimia. Pada tahun 2004, total ekspor India berjumlah AS$69,18 milyar sedangkan impor sekitar AS$89,33 milyarPertumbuhan investasi India diharapkan dapat mempercepat menjadi 9,6% pada tahun 2010/2011 dan menjadi 12,2% pada tahun 2011/2012 karena ketersediaan pembiayaan dalam dan luar negeri. Ini adalah peningkatan yang signifikan atas tingkat yang terlihat selama krisis keuangan dari 4,0% terlihat selama krisis keuangan tahun 2008/2009 dan 7,2% pada tahun 2009/2010. Konsumsi swasta, salah satu komponen yang tumbuh paling lambat dari PDB, diharapkan tumbuh pada rata-rata tahunan sebesar 6,5% 2010 / 2011-2010 / 12. Tingkat lambat dipengaruhi oleh sensitivitas konsumen terhadap suku bunga karena konsumen biasanya membeli secara kredit. 

    Inflasi telah menjadi isu yang lebih besar pada tahun 2010, yang menyebabkan pengetatan moneter. Tingkat inflasi rata-rata meningkat perlahan-lahan selama tiga tahun terakhir, dengan tingkat sebesar 8,3% pada tahun 2008, 10,9% pada tahun 2009 dan sekarang diperkirakan mencapai 11,0% pada tahun 2010. Tingkat inflasi tinggi meningkat seperti harga produksi barang-barang manufaktur dan properti menyebabkan suatu spiral inflasi. Selain itu, harga pangan tetap tinggi sebagai akibat dari meningkatnya permintaan. Seiring dengan peningkatan produksi pertanian dengan teknologi membaik, dan kondisi iklim yang kondusif harga pangan diperkirakan akan menurun dan inflasi akan normal pada 2011 menjadi sekitar 5%. 


    Sumber :
    • bappenas.go.id
    • Usaid.gov
    • adb.org
    • goidirectory.gov.in
    • egateg.usaid.gov
    • Kaskus.co.id

    3 comments:

    Pengikut

    About Me

    My Photo
    Sandy Widayanto
    Coretan seorang mahasiswa akuntansi yang bekerja untuk kuliah ..
    View my complete profile

    Total Pageviews