Wednesday, June 25, 2014

Penyakit Umum Perekonomian Negara Berkembang India

Assalamu'alaikum lagi juragan juraganwati ??
 
 
Kali ini saya akan membahas penyakit-penyakit kronis ekonomi yang bisa dijangkit oleh negara manapun tanpa terkecuali, yaitu pengangguran dan inflasi. Disini saya akan membahas dan menganalisa secara spesifik tingkat pengangguran dan inflasi yang ada di negara India.
 
 
 
 PENGANGGURAN
 
 
Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolah smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.. Di negara maju pun pengangguran tidak luput menjadi salah satu pokok permasalahan pemerintah setempat apalagi dengan Negara yang baru berkembang seperti India.
 
 
setelah melihat diagram diatas walaupun India bisa menurunkan tingkat penganguran di tahun 2012, tapi ane yakin Pengangguran masih jadi masalah di Negara berkembang ini. Setidaknya india telah berhasil menurunkan hampir 50 % tingkat penganguran. dari 41750 pada tahun 2010 menjadi 24861 pada awal tahun 2012. Semoga Indonesia bias mencontoh keberhasilan India ini dalam menurunkan tingkat pengangguran. aamiin.
  
  
Tingkat pengangguran itu sendiri sebenarnya dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
 
    • Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment\ adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.
    • Pengangguran Struktural / Structural Unemployment adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
    • Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.
    • Pengangguran Siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
 
 
      Kiat kiat Pemerintah India untuk mengurangi penganguran ialah dengan cara mengalihkan masyarakat ke lapangan pekerjaan non-pertanian. Hal yang mendasar adalah kita perlu lebih banyak pekerjaan yang produktif. India kehilangan kesempatan dalam sektor manufaktur intensif buruh. Kita tidak dapat melakukannya dalam semalam. Namun dalam jangka menengah, kita harus beralih ke sektor manufaktur,

 Pemerintah telah menjanjikan norma-norma baru untuk mengidentifikasi warga miskin dan lebih banyak program untuk melawan malnutrisi tingkat tinggi di negara itu. Di antara program-program itu adalah sebuah langkah ambisius untuk menyediakan makanan berbasis biji-bijian bersubsidi tinggi bagi hampir duapertiga populasi. 
 
 
 
 
 
INFLASI
 
Secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi.
 
Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Sejak Juli 2008, paket barang dan jasa dalam keranjang IHK telah dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) Tahun 2007 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kemudian, BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang/jasa di setiap kota.
 
Indikator inflasi lainnya berdasarkan international best practice antara lain:
  1. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). Harga Perdagangan Besar dari suatu komoditas ialah harga transaksi yang terjadi antara penjual/pedagang besar pertama dengan pembeli/pedagang besar berikutnya dalam jumlah besar pada pasar pertama atas suatu komoditas. [Penjelasan lebih detail mengenai IHPB dapat dilihat pada web site Badan Pusat Statistik www.bps.go.id]
  2.  
  3. Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) menggambarkan pengukuran level harga barang akhir (final goods) dan jasa yang diproduksi di dalam suatu ekonomi (negeri). Deflator PDB dihasilkan dengan membagi PDB atas dasar harga nominal dengan PDB atas dasar harga konstan
Masalah inflasi yang terjadi di India ini bahkan sampai diangka 8,43 angka inflasi yang lebih tinggi dibanding beberapa waktu yang lalu. Hal tersebut terjadi akibat dua hal utama yang menjadi pokok utama naiknya angka inflasi yaitu harga pangan dan harga minyak yang bersamaan naik secara drastis.
 
selain itu komoditas lain seperti manufactur, bahan bakar minyak, dan juga pelumas diesel juga ikut naik dengan masing-masing mencapai 4,5 %, 3%, dan 6%
 
Meskipun begitu fundamental dasar perekonomian Negara India sendiri masih dapat terjaga kuat. Untuk mengatasi masalah inflasi, perdana mentri India melakukan beberapa peningkatan terhadap beberapa produksi dari beberapa komoditas yang bertujuan untuk memenuhi tingginya permintaan yang didasari oleh pendapatan masyarakat India.
 
 
     Jika di lihat dari parah tidaknya suatu negara dapat di lihat sebagai berikut :

     Inflasi ringan jika nilainya berkisar                 0 %  s/d  10%
     Inflasi sedang jika nilainya berkisar              10 % s/d   30%
     Inflasi berat jika nilainya berkisar                 30 % s/d  100%
     Hyperinflasi jika nilainya                              > 100%  
 
Bisa dilihat dari diagram diatas laju inflasi India pada bulan juli sebesar 9,64 % dan inflasi tertinggi terjadi pada bulan November 2013 yakni 11,16% dan terendah terjadi pada bulan Februari 2014 yakni hanya 8,03%. Jika dilihat dari digram diatas maka pertumbuhan inflasi di Negara berkembang India ini adalah ringan karana berkisar antara 0 - 10%.
Mungkin Cuma ini yang ane bisa kupas tentang permasalahan yang terjadi di Negara berkembang ini yakni India. ane harap ente semua bisa belajar dari India yang sedikit demi sedikit bisa memulihkan permasalahan ekonomi di negaranya dengan caranya sendiri yang patut ditiru oleh Indonesia. O ya gan ane lupa bentar lagi kan pemilu presiden ane sangat berharap pemimpin kita nanti bisa memecahkan permasalahan ekonomi yang terjadi di Indonesia. aamiin

Sunber :
 
Readmore..

Bookmark and Share

Monday, June 23, 2014

Mengenal Lebih Jauh Negara Priyanka Chopra

Assalamu'alaikum Juragan Juraganwati, kali ini ane bakalan ngelanjutin pembahasan tentang perekonomian Negara India. Negara yang berpopulasi terbanyak kedua di dunia. Walaupun Negara ini terbilang masih berkembang dan sudah tidak asing di dengar kegauangannya tapi masih banyak yang belum ente semua tau tentang Negara Bollywood ini. Now, ane bakal ngebahas lebih lengkap untuk mengenal India lebih jauh lagi. Disini ane akan membahas tentang peta perekonomian India, meliputi keadaan geografis, mata pencaharian, sumber daya manusia, investasi, pendapatan nasional, tingkat kemiskinan, hingga perkembangan dan pembangunan ekonomi. Jadi jangan kedip ya gan, ane jamin mata ente semua bakalan terbelanga liat postingan ane ini. In Sya Allah.
 
 

Peta Ekonomi India

Letak Geografis
 
India adalah sebuah negara di Asia yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, dengan populasi lebih dari satu milyar jiwa, dan adalah negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis dengan luas wilayah 3.287.590 km². Jumlah penduduk India tumbuh pesat sejak pertengahan 1980-an. Ekonomi India adalah terbesar KEEMPAT di dunia dalam PDB, diukur dari segi paritas daya beli (PPP), dan salah satu pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. India, negara dengan sistem demokrasi liberal terbesar di dunia, juga telah muncul sebagai kekuatan regional yang penting, memiliki kekuatan militer terbesar dan mempunyai kemampuan senjata nuklir.

India terletak di Asia Selatan dengan garis pantai sepanjang 7.000 km, dan bagian dari anak benua India, India merupakan bagian dari rute perdagangan penting dan bersejarah. Dia membagi perbatasan dengan Pakistan, Republik Rakyat Cina, Myanmar. Banglades, Nepal, Bhutan, dan Afganistan. Sri Lanka, Maladewa, dan Indonesia adalah negara kepulauan yang bersebelahan.
 

Mata Pencaharian




Lembah Sungai Indus merupakan daerah yang subur. Pertanian menjadi mata pencaharian utama masyarakat India. Limpahan lumpur sungai Indus telah memberikan kesuburan bagi tanah disekitarnya. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat telah berhasil menyalurkan air yang mengalir dari Lembah Sungai Indus sampai jauh ke daerah pedalaman.

Pembutan saluran irigasi dan pembangunan daerah-daerah pertanian menunjukan bahwa masyarakat Lembah Sungai Indus telah memiliki peradaban yang tinggi. Hasil-hasil pertanian yang utama adalah padi, gandum, gul, kapas, teh dan lain-lain.


Sumber Daya Manusia

Populasi India diperkirakan sekitar 1.13 milyar jiwa, yang merupakan 1/6 dari penduduk dunia. Populasi India diperkirakan melebihi Tiongkok tahun 2030 dan akan menjadi negara terpadat di dunia. India memiliki lebih dari dua ribu etnis, dan agama-agama utama ada di India. Penduduk India menunjukkan perbedaan yang besar di segi keturunan dan kehidupan kebuayaan mereka. Dipercaya bahwa penduduk asli India berwarna kulit hitam, berpostur pendek dan berhidung lebar. Bahasa di India juga sangat beragam.

Di India terdapat 18 bahasa resmi yang diakui oleh konstitusi dan terbagi atas dua kelompok besar. Pertama adalah, Indo-Arya yang merupakan cabang dari kelompok bahasa Indo-Eropa dan merupakan bahasa yang digunakan oleh masyarakat Asia Tengah yang sekarang dikenal dengan India. Kedua, Dravida yang merupakan bahasa asli India Selatan dan dipengaruhi oleh Sanskrit dan Hindi. Di India terdapat 1600 bahasa dan dialek berdasarkan sensus tahun 1991. Bagi kalangan terpelajar di India, bahasa Inggris merupakan bahasa utama, sedangkan bagi sebagian besar masyarakat India lainnya Bahasa Inggris merupakan bahasa kedua setelah bahasa daerah.


Investasi
Dalam hal peran negara bagian dalam peran negara bagian dalam menarik investasi, Modi dicatat pernah menyatakan bahwa 30 negara bagian di India merupakan mitra dalam pelaksanaan kebijakan polugrinya dan ingin memberi kepercayaan kepada mereka dalam membina hubungan luar negeri yang menguntungkan. Ini merupakan peluang yang perlu dikaji dan dimanfaatkan dalam meningkatkan hubungan investasi dan perdagangan Indonesia dengan negara-negara bagian yang berpotensi.

Dengan nilai perdagangan kedua negara mencapai 20 miliar USD pada 2012-2013, faktanya perdagangan telah tumbuh hampir 5 kali sejak kemitraan dengan Indonesia pada 2005 silam, dan berpotensi mencapai target nilai perdagangan 25 milyar USD pada tahun depan bila dapat memanfaatkan perkembangan mutakhir di India.

Demikian juga di bidang investasi India di Indonesia yang rata-rata 5 milyar USD tiap tahun khususnya dengan peningkatan investasi di bidang otomotif, masih sangat berpeluang untuk diperbesar lagi mengingat adanya bonus demografi dan makin besarnya kelas menengah Indonesia.

Pendapatan Nasional

Negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke-2 di dunia ini memiliki pendapatan per kapita yang kecil, yaitu $ 3.019. Sektor perekonomian andalan Negara yang disebut juga Hindustan ini meliputi pertanian, berlian, tekstil, teknologi informasi, dan kerajinan tangan. Salah satu sector terpenting yang banyak menymbang pendapatan Negara adalah bidang perfilman yang terkenal dengan nama Bollywood. Selain itu, India juga terkenal dengan budayanya yang sangat kuat.


Kemiskinan

Ada berbagai cara untuk memanipulasi angka kemiskinan. Salah satunya adalah mengutak-atik kriteria orang disebut miskin. Tindakan ini ternyata bukan cuma menjadi kebiasaan pemerintah Indonesia, tetapi rupanya juga dilakukan oleh pemerintah India.

Baru-baru ini, pemerintah India dengan bangga menyebut bahwa angka kemiskinan telah menurun. Berdasarkan angka resmi, sepertiga (32%) dari 1,2 penduduk India masuk dalam kategori miskin. Sementara lembaga lain memperkirakan bahwa 77% rakyat India masuk dalam kategori miskin.
Tetapi angka resmi pemerintah India itu bermasalah. Angka itu didapat setelah pemerintah India menetapkan kriteria baru tentang orang miskin: di bawah pendapatan 26 rupee (kira-kira $0.53) perhari untuk daerah pedesaan dan 32 rupee perhari untuk daerah perkotaan.
Akibatnya: banyak orang yang semestinya dihitung miskin tidak masuk dalam daftar orang miskin versi pemerintah. Mereka pun tidak tercakup dalam program sosial yang sedang diluncurka oleh pemerintah.

Seperti di Ibukota India, New Delhi, tempat dimana mal dan perbelanjaan baru sedang menjamur, terdapat pemukiman kumuh yang menjadi rumah bagi setidaknya 70 juta orang India.
Di daerah perkampungan kumuh itu, ada banyak orang yang tidak masuk kategori miskin karena berpendapatan di atas 32 rupee (60 sen USD) per-hari.

Salah satunya adalah Ram Niwas. Ia bekerja sebagai tukang sepatu selama 12 jam sehari dan enam hari seminggu. Ia pun mendapat penghasilan rata-rata 2 USD perhari. Tetapi sebagian besar penghasilan itu dikirim ke kampung halaman untuk membiayai istri dan tiga orang anaknya.

“Mengambil 32 rupee sebagai patokan untuk menentukan garis kemiskinan jelas salah. Karena orang tidak bisa berbuat apa-apa dengan jumlah itu,” katanya kepada Russian Today.

Dengan kriteria baru ini, angka kemiskinan di India benar-benar berkurang drastis dibanding 20 tahun yang lalu. Ketika itu angka kemiskinan diperkirakan mencapai separuh dari keseluruhan penduduk India.

Para aktivis dan ekonomi mengkritik pedas kriteria baru ini. Bagi mereka, untuk biaya hidup di kota besar seperti di New Delhi, jumlah uang sebesar 32 rupee (60 sen USD) hanya cukup sesiung bawang, sebiji kentang, beras, satu pisang, satu pensil, satu aspirin, dan satu tiket bis kota.
Dengan kriteria itu, rakyat pun tidak dijamin aksesnya terhadap pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lainnya. Karenanya, banyak aktivis yang menyebut kriteria miskin versi baru itu sebagai “kriteria kelaparan”.

Padahal, data lain menyebut bahwa separuh dari anak di bawah 5 tahun di India mengalami kekurangan nutrisi.

Tetapi pemerintah India, dalam hal ini kementerian perencanaan, mengklaim bahwa penggunaan kriteria ini untuk memastikan bahwa seluruh rakyat paling miskin bisa tersentuh program pemerintah.


Perkembangan dan Pembangunan


 
Pertumbuhan ekonomi India untuk beberapa tahun setelah 1984 di tunjukkan pada Tabel I di bawah. Pertumbuhan ekonomi India yang rata-rata di atas 8,0% terjadi setelah tahun 2002. Pertumbuhan yang secara konsisten tinggi ini sebenarnya berkaitan erat dengan perkembangan sektoralnya dan dengan dengan langkah-langkah reformasi ekonomi yang telah dilakukan sejak tahun 1984.
Tahun
Pertumbuhan Ekonomi (%)
1985
4,5
1986
4,1
1987
3,6
1988
10,1
1989
6,7
2000
4,0
2001
5,9
2002
3,9
2003
8,6
2004
7,6
2005
8,2
2006
9,1
 
Buah bibir dunia soal perekonomian yang berkembang pesat sekarang ini adalah China dan India. Namun jangan pernah lupa, dua negara itu juga sangat memberi perhatian dengan kehidupan di pedesaan, dan memberi perhatian pada pengembangan sektor pertanian. China tidak hanya piawai menghasilkan produk manufaktur murah tetapi juga sektor pertanian dengan kehadiran peneliti yang sudah banyak membantu sektor pertanian di negara berkembang lainnya.
 
Hal serupa juga terjadi dengan India. Negara ini tak segan-segan bersuara lantang membela sektor pertanian dalam pertemuan Organisasi Perdagangan Internasional (WTO). Dalam perundingan perdagangan dengan ASEAN, India juga tak mudah membuka pasarnya dari serbuan komoditas pertanian ASEAN. Alasannya, taruhannya adalah kepentingan rakyat banyak yang hidup di pedesaan.
Pada saat pertemuan program PBB yang disusun dalam bentuk Millennium Development Goals (MDGs-21 April 2008) di Postdam-Jerman, Menteri perdagangan India, Kamal Nath dan Menteri Luar Negeri Brazil, Celson Amoroim, terpaksa meninggalkan ruang pertemuan di Potsdam itu. Hal ini disebabkan program PBB yang disusun dalam bentuk MDGs tersebut, yakni “sektor perdagangan adalah salah satu cara mengatasi kemiskinan global yang mendera 2 miliar penduduk dunia, dan semuanya tinggal di negara berkembang” tidak selaras (sama) dengan program yang diajukan oleh pihak negara maju yaitu Kepala Perwakilan Dagang AS Susan Schwab dan Ketua Komisi Perdagangan Uni Eropa (UE) Peter Mandelson.
 
Negara maju dalam pertemuan di Postdam tersebut (diwakili AS dan Uni Eropa) menuntut negara berkembang membuka pasar. Namun di sisi lain AS dan Uni Eropa tak bersedia melakukan pemangkasan pada subsidi pertanian yang diberi kepada para petani mereka. Subsidi inilah yang hingga kini menghadang masuknya komoditas pertanian negara berkembang ke negara maju.
“Tak berguna membahas masalah yang tidak menunjukkan kemajuan,” kata Menteri Luar Negeri Brazil, Amorim, yang juga disetujui oleh Kamal Nath (India). Kita memang harus memberikan jempol pada perlawanan India dan Brasil, dua negara yang memilih membela konstituen politiknya, yakni rakyat sendiri, ketimbang mengalah pada tekanan Barat. Mereka berpendapat “Jika dunia ingin menyaksikan kehidupan warga yang lebih seimbang secara ekonomi, maka dunia harus rela dengan sistem perekonomian global yang relatif berimbang. Untuk mewujudkan perekonomian global yang makin berimbang, maka sektor perdagangan, yang menjadi salah satu pilarnya, harus juga berimbang”.
 
Readmore..

Bookmark and Share

Thursday, June 12, 2014

Makalah Sosiologi Politik 1EB17

 

 

Readmore..

Bookmark and Share

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...