• Breaking News

    Monday, August 3, 2009

    Belajar Menjadi "Hacker"

    HACKER dengan keahliannya dapat melihat dan memperbaiki kelemahan perangkat lunak di komputer; biasanya kemudian dipublikasikan secara terbuka di Internet agar sistem menjadi lebih baik. Sialnya, segelintir manusia berhati jahat menggunakan informasi tersebut untuk kejahatan, mereka biasanya disebut cracker. Pada dasarnya dunia hacker dan cracker tidak berbeda dengan dunia seni, di sini kita berbicara seni keamanan jaringan Internet.Saya berharap ilmu keamanan jaringan di tulisan ini digunakan untuk hal-hal yang baik, jadilah hacker bukan cracker. Jangan sampai Anda terkena karma karena menggunakan ilmu untuk merusak milik orang lain. Apalagi, pada saat ini kebutuhan akan hacker semakin bertambah di Indonesia dengan semakin banyak dotcommers yang ingin initial public offering/IPO (penawaran saham perdana) di berbagai bursa saham. Nama baik dan nilai sebuah dotcom bisa jatuh bahkan menjadi tidak berharga jika dotcom dibobol. Dalam kondisi ini, para hacker diharapkan bisa menjadi konsultan keamanan bagi para dotcommers tersebut, karena sumber daya manusia pihak kepolisian dan aparat keamanan Indonesia amat sangat lemah dan menyedihkan di bidang teknologi informasi (TI) dan Internet. Apa boleh buat, cybersquad, cyberpatrol swasta barangkali perlu di budayakan untuk survival dotcommers Indonesia di Internet.

    Berbagai teknik keamanan jaringan Internet dapat diperoleh secara mudah di Internet, antara lain di http://www.sans. org, http://www.rootshell.com, http://www.linuxfirewall.org/, http://www.linuxdoc.org, http://www.cerias.purdue.edu/coast/firewalls/, http://www. redhat.com/mirrors/LDP/HOWTO/. Sebagian dari teknik ini berupa buku-buku yang jumlahnya beberapa ratus halaman yang dapat diambil secara cuma-cuma (gratis). Beberapa frequently asked questions (FAQ) tentang keamanan jaringan bisa diperoleh di http://www. iss.net/vd/mail.html, http:// www.v-one.com/documents/ fw-faq.htm. Dan bagi para eksperimenter, beberapa script/ program yang sudah jadi dapat diperoleh antara lain di http:// bastille-linux.sourceforge.net/, http://www.redhat.com/support/docs/tips/firewall/firewallservice.html.

    Bagi pembaca yang ingin memperoleh ilmu tentang jaringan, dapat di download secara cuma-cuma dari http://pandu.dhs. org, http://www. bogor.net/idkf/, http://louis.idaman.com/ idkf. Beberapa buku berbentuk softcopy dapat diambil gratis dari http://pandu.dhs.org/ Buku-Online/. Kita harus berterima kasih terutama kepada tim Pandu yang dimotori oleh I Made Wiryana untuk ini. Pada saat ini, saya tidak terlalu tahu adanya tempat diskusi Indonesia yang aktif membahas teknik-teknik hacking ini, tetapi mungkin bisa sebagian didiskusikan di mailing list lanjut seperti kursus-linux@yahoogroups.com & linux-admin@linux.or.id yang dioperasikan oleh Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) http:// www.kpli.or.id.

    ***
    CARA paling sederhana untuk melihat kelemahan sistem adalah dengan cara mencari informasi dari berbagai vendor, misalnya di http://www.sans. org/newlook/publications/roadmap.htm#3b tentang kelemahan dari sistem yang mereka buat sendiri. Di samping memonitoring berbagai mailing list di Internet yang berkaitan dengan keamanan jaringan seperti dalam daftar http://www.sans.org/ newlook/publications/roadmap.htm#3e.
    Dijelaskan oleh Front-line Information Security Team, "Techniques Adopted By 'System Crackers' When Attempting To Break Into Corporate or Sensitive Private Networks," fist@ ns2.co.uk http:// www. ns2.co.uk. Seorang cracker umumnya pria usia 16-25 tahun. Berdasarkan statistik pengguna Internet di Indonesia, maka sebetulnya mayoritas pengguna Internet di Indonesia adalah anak-anak muda pada usia ini juga. Memang usia ini adalah usia yang sangat ideal dalam menimba ilmu baru, termasuk ilmu Internet. Sangat disayangkan jika kita tidak berhasil menginternetkan ke-25.000 sekolah Indonesia sampai dengan tahun 2002, karena tumpuan hari depan bangsa Indonesia berada di tangan anak-anak muda kita ini.

    Nah, para cracker muda ini umumnya melakukan cracking untuk meningkatkan kemampuan/menggunakan sumber daya di jaringan untuk kepentingan sendiri. Umumnya para cracker adalah oportunis. Melihat kelemahan sistem dengan menjalankan program scanner. Setelah memperoleh akses root, cracker akan meng-install pintu belakang (backdoor) dan menutup semua kelemahan umum yang ada.

    Seperti kita tahu, umumnya berbagai perusahaan/dotcommers akan menggunakan Internet untuk (1) hosting web server mereka, (2) komunikasi e-mail, dan (3) memberikan akses web/ internet kepada karyawannya. Pemisahan jaringan Internet dan IntraNet umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik/software Firewall dan Proxy server. Melihat kondisi penggunaan di atas, kelemahan sistem umumnya dapat ditembus, misalnya, dengan menembus mailserver external/luar yang digunakan untuk memudahkan akses ke mail keluar dari perusahaan. Selain itu, dengan menggunakan aggressive-SNMP scanner & program yang memaksa SNMP community string dapat mengubah sebuah router menjadi bridge (jembatan) yang kemudian dapat digunakan untuk batu loncatan untuk masuk ke dalam jaringan internal perusahaan (IntraNet).
    Agar cracker terlindungi pada saat melakukan serangan, teknik cloacking (penyamaran) dilakukan dengan cara melompat dari mesin yang sebelumnya telah di-compromised (ditaklukkan) melalui program telnet atau rsh. Pada mesin perantara yang menggunakan Windows, serangan dapat dilakukan dengan melompat dari program Wingate. Selain itu, melompat dapat dilakukan melalui perangkat proxy yang konfigurasinya kurang baik.
    Setelah berhasil melompat dan memasuki sistem lain, cracker biasanya melakukan probing terhadap jaringan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara, misalnya (1) menggunakan nslookup untuk menjalankan perintah 'ls ' , (2) melihat file HTML di webserver Anda untuk mengidentifikasi mesin lainnya, (3) melihat berbagai dokumen di FTP server, (4) menghubungkan diri ke mail server dan menggunakan perintah 'expn ', dan (5) mem-finger user di mesin-mesin eksternal lainnya.
    Langkah selanjutnya, cracker akan mengidentifikasi komponen jaringan yang dipercaya oleh sistem apa saja. Komponen jaringan tersebut biasanya mesin administrator dan server yang biasanya di anggap paling aman di jaringan. Start dengan check akses & export NFS ke berbagai direktori yang kritis seperti /usr/bin, /etc, dan /home. Eksploitasi mesin melalui kelemahan Common Gateway Interface (CGI), dengan akses ke file /etc/hosts.allow.

    Selanjutnya cracker harus mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa ditaklukkan. Cracker bisa menggunakan program di Linux seperti ADMhack, mscan, nmap, dan banyak scanner kecil lainnya. Program seperti 'ps' & 'netstat' dibuat trojan (ingat cerita kuda troya? dalam cerita klasik Yunani kuno) untuk menyembunyikan proses scanning. Bagi cracker yang cukup advanced dapat mengunakan aggressiveSNMP scanning untuk menscan peralatan dengan SNMP.

    Setelah cracker berhasil mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa ditaklukkan, maka cracker akan menjalankan program untuk menaklukkan program daemon yang lemah di server. Program daemon adalah program di server yang biasanya berjalan di belakang layar (sebagai daemon/setan). Keberhasilan menaklukkan program daemon ini akan memungkinkan seorang cracker untuk memperoleh akses sebagai root (administrator tertinggi di server).

    ***
    UNTUK menghilangkan jejak, seorang cracker biasanya melakukan operasi pembersihan
    'clean-up' operation dengan cara membersihkan berbagai log file. Dan menambahkan program untuk masuk dari pintu belakang backdooring. Mengganti file. rhosts di /usr/bin untuk memudahkan akses ke mesin yang di taklukan melalui rsh & csh.

    Selanjutnya, seorang cracker dapat menggunakan mesin yang sudah ditaklukkan untuk kepentingannya sendiri, misalnya mengambil informasi sensitif yang seharusnya tidak dibacanya; meng-cracking mesin lain dengan melompat dari mesin yang ditaklukkan; memasang sniffer untuk melihat / mencatat berbagai trafik / komunikasi yang lewat; bahkan bisa mematikan sistem / jaringan dengan cara menjalankan perintah rm -rf / &. Yang terakhir akan sangat fatal akibatnya karena sistem akan hancur sama sekali, terutama jika semua software diletakkan di harddisk. Proses re-install seluruh sistem harus dilakukan, akan memusingkan jika hal ini dilakukan di mesin-mesin yang menjalankan misi kritis.

    Oleh karena itu, semua mesin dan router yang menjalankan misi kritis sebaiknya selalu diperiksa keamanannya dan di-patch oleh software yang lebih baru. Backup menjadi penting sekali, terutama pada mesin-mesin yang menjalankan misi kritis supaya terselamatkan dari ulah cracker yang men-disable sistem dengan 'rm -rf / &'.

    ***

    BAGI kita yang sehari-hari bergelut di Internet, biasanya justru akan sangat menghargai keberadaan para hacker (bukan cracker). Karena berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus diperbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Berbagai kelemahan sistem diperbaiki karena kepandaian rekan-rekan hacker yang seringkali mengerjakan perbaikan tersebut secara sukarela karena hobinya. Apalagi seringkali hasil hacking-nya disebarkan secara cuma-cuma di Internet untuk keperluan masyarakat Internet. Sebuah nilai dan budaya gotong royong yang mulia justru tumbuh di dunia maya Internet yang biasanya terkesan futuristik dan jauh dari rasa sosial.

    Pengembangan para hobbiest hacker ini menjadi penting sekali untuk keberlangsungan/ survival dotcommers di wahana Internet Indonesia. Sebagai salah satu bentuk nyatanya, dalam waktu dekat Insya Allah sekitar pertengahan April 2001 akan diadakan hacking competition di Internet untuk membobol sebuah server yang telah ditentukan terlebih dahulu. Hacking competition tersebut dimotori oleh anak-anak muda di Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Semarang yang digerakkan oleh anak muda seperti Kresno Aji (masaji@telkom.net), Agus Hartanto (hartx@writeme.com), dan Lekso Budi Handoko (handoko@riset.dinus.ac. id). Seperti umumnya anak-anak muda lainnya, mereka umumnya bermodal cekak, bantuan dan sponsor tentunya akan sangat bermanfaat dan dinantikan oleh rekan-rekan muda ini.
    Mudah-mudahan semua ini akan menambah semangat pembaca, khususnya pembaca muda, untuk bergerak di dunia hacker yang mengasyikkan dan menantang. Kalau kata Captain Jean Luc Picard di film Startrek Next Generation, "To boldly go where no one has gone before."

    Oleh: Onno W Purbo, ahli teknologi informasi
    Sumber: Kompas

    No comments:

    Post a Comment

    Pengikut

    About Me

    My Photo
    Sandy Widayanto
    Coretan seorang mahasiswa akuntansi yang bekerja untuk kuliah ..
    View my complete profile

    Total Pageviews